LANGKAT, 10 September 2026 — Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fatimah, S.Si., M.Pd., menjadi pembicara sekaligus membacakan Deklarasi Anti Bullying dalam kegiatan Sosial Project yang dilaksanakan oleh Pemuda Parlement Indonesia (PPI) di SMA Negeri 1 Stabat, Kabupaten Langkat, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan Social Project
Konferensi Pemuda Parlemen Indonesia 2026, merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang menjadi wadah bagi para pemuda untuk mengimplementasikan gagasan, berkolaborasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh peserta didik, sekaligus memperkuat pembentukan karakter dan budi pekerti pelajar.
Dalam penyampaiannya, Fatimah menekankan bahwa persoalan bullying tidak boleh dipandang sebagai candaan atau perilaku yang wajar di kalangan pelajar. Perundungan, baik dalam bentuk kekerasan fisik, ucapan, pengucilan maupun tindakan di ruang digital, dapat memberikan dampak serius terhadap korban.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi anak-anak untuk belajar, bertumbuh dan mengembangkan potensi. Karena itu, tidak boleh ada ruang bagi bullying,” ujar Fatimah.
Ia mengajak para siswa untuk membangun budaya saling menghargai dan menghormati perbedaan. Menurutnya, setiap pelajar memiliki kelebihan dan karakter masing-masing sehingga tidak sepatutnya seseorang merendahkan atau mempermalukan orang lain.
Fatimah juga mengingatkan para siswa agar tidak menjadi pelaku maupun sekadar penonton ketika terjadi perundungan. Para pelajar didorong untuk berani mengambil sikap, saling mengingatkan dan menyampaikan kepada guru atau pihak sekolah apabila menemukan tindakan yang mengarah pada bullying.

Deklarasi Anti Bullying
Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Deklarasi Anti Bullying yang dipimpin oleh Fatimah dan diikuti para pelajar SMA Negeri 1 Stabat.
Deklarasi tersebut menjadi simbol kesepakatan untuk menolak segala bentuk perundungan serta membangun budaya sekolah yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan, kepedulian, toleransi, penghormatan terhadap sesama, dan budi pekerti.
Fatimah menilai pembentukan karakter pelajar membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pendidikan. Tidak hanya siswa, tetapi juga kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, orang tua, serta lingkungan masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat.
Penandatanganan Komitmen Bersama
Rangkaian kegiatan ditutup dengan Penandatanganan Komitmen Bersama Penegakan Budi Pekerti Pelajar SMA Negeri 1 Stabat.
Penandatanganan dilakukan bersama Kepala Dinas PPKBPPA yang di dampingi oleh Kepala UPTD dan jajarannya, Camat Stabat, Kepala SMA Negeri 1 Stabat, para guru, serta siswa-siswi. Komitmen tersebut menjadi wujud kesepakatan bersama untuk memperkuat penerapan nilai-nilai budi pekerti dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.
Melalui komitmen tersebut, seluruh warga sekolah diharapkan dapat mengambil peran dalam menciptakan suasana pendidikan yang mengedepankan sikap saling menghormati, disiplin, tanggung jawab, empati, dan kepedulian terhadap sesama.
“Komitmen ini jangan berhenti pada penandatanganan. Yang paling penting adalah bagaimana nilai-nilai tersebut benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah,” kata Fatimah.
Ia berharap gerakan anti-bullying dan penegakan budi pekerti dapat menjadi bagian dari budaya positif di SMA Negeri 1 Stabat. Dengan demikian, sekolah tidak hanya melahirkan siswa yang berprestasi secara akademik, tetapi juga generasi muda yang memiliki karakter kuat, berakhlak baik, serta mampu menghargai dan menghormati orang lain.
Fatimah juga berterimakasih kepada PPI khususnya pada ananda Rizki Pradana selaku Dewan Pengurus Pemuda Parlemen Indonesia (PPI) di Kab. Langkat yg sudah menginisiasi project ini. “Memiliki anak muda yang melek politik, dan berkontribusi untuk daerahnya tentu patut kita syukuri dan kita contoh. Saya juga berharap, semoga setelah kegiatan ini, Rizki beserta teman-teman lainnya bisa memberikan kontribusi-kontribusi nyata lebih banyak lagi khusunya untuk anak-anak muda di Kab. Langkat. Ucap Fatimah.


Leave a Reply